
"Jangan lupa, ya. Besok datang lagi," ujar akang senior ketika gadis berambut ikal itu melintas.
Euleuh. Kok tau ...? Lara langsung stop motion dan memandang senior. Perlahan tangannya terangkat, menutupi keningnya. Jangan-jangan di keningku tertulis 'niat ingsun besok mau mabal', batin Lara.
"Besok materinya keren banget, lho. Akang juga mau datang, mau lihat," lanjut senior cuek.
Asikan boboan di rumah atuuuh. Da aku mah capek, pengen bobo seharian, batin Lara lagi.
Jadwal kuliah pleus tugas, dan kelas materi kepecintaalaman yang Lara ikuti memang sudah cukup menguras energi Lara seminggu ini.
"Apalagi yang mengisi materi juga cowok-cowok institut belakang kampus. Cowoknya cakep-cakep, lho. Kamu suka cowok cakep, bukan?"
Dengan kecepatan kilat, Lara menganggukkan kepala dengan semangat sambil tersenyum lebar.
"Jadi besok dateng, yaa. Jangan terlambat," ujar senior riang. Girang kayaknya, sudah berhasil membuat Lara mengiyakan.
Keesokan harinya, Lara datang tepat waktu. Rambut ikal yang jarang disisir, disisir rapi dan diikat. Baju flanel disetrika dulu, biar licin. Tak lupa bedak parfum ditaburkan di badan agar lebih segar. Cowok cakep bermasa depan cerah, I'm ready
Senyum manis Lara memudar ketika mengetahui materi yang dibawakan para cowok mapala institut belakang kampus itu. Aarrrggghh, harusnya emang nggak boleh tergoda kata 'cowok cakep'. Gue nyeseeeelll, Lara bersungut-sungut penuh sesal ketika para cowok (yang mendadak hilang) kece(nya) begitu bersemangat menjelaskan tentang reptil berjenis ular.
Dan sudah hilang malu-malu kucingnya begitu mereka mengeluarkan beberapa ular untuk mempraktekan cara menangkap ular.
Aaarrgghh, enough! Mau cowok kece kek, tajir kek, bermasa depan cerah kek, kalo mainannya ular, gue nyerah! Gue nggak hobi oray! jerit hati Lara.
Alhasil hari itu menjadi hari ter-bete dalam hidup gadis manis berkacamata itu. Dan tetap jojoba, tentu saja. Jomblo-jomblo bahagia. Hidup jojoba!

EmoticonEmoticon