Abon Ikan Asin



Sewaktu kecil, Mama suka membuat abon ikan asin bila menemukan asin gabus di pasar. Asin gabus termasuk yang jarang bisa ditemukan di pasar langganan di kota kecil kami. Meski banyak yang bilang ini masakan kampung, buat kami yang jarang menemukan asin gabus, ini masakan mewah.

Abon ini bisa disajikan dengan nasi putih hangat saja, atau berteman sambal terasi maupun sambal ijo, atau dengan sayur asam maupun sayur kacang, atau ditabur di atas nasi goreng. Buat kami, menu ini termasuk yang berbahaya, karena mempercepat kosongnya bakul nasi. Hihihi.

Cara membuatnya sangat mudah. Asin gabus dicuci dengan air hangat, lalu tiriskan. Oya, selain asin gabus, emak suka pula memakai asin aroma untuk membuat abon ikan asin ini. Asin aroma dipilih, karena dagingnya cukup tebal dan tak seasin jambal roti.

Asin gabus yang telah ditiriskan, lalu digoreng hingga setengah matang. Angkat, dan tumbuk hingga berupa serpihan.

Goreng kembali asin yang telah menjadi serpihan hingga matang. Angkat dan tiriskan.

Cara menyimpan agar abon ikan asin ini awet, dengan menempatkannya dalam wadah kedap udara. Lebih baik lagi jika memakai alat peniris minyak dulu sebelum disimpan. Namun, bila tak ada, cukup disimpan di wadah kedap udara dan simpan dalam kulkas. Abon ikan asin akan bertahan krispinya bila disimpan di dalam kulkas.

Ambil abon ikan asin dengan sendok yang bersih agar abon tak cepat rusak. Tutup kembali dengan rapat.

Bagaimana? Mudah, bukan?
Selamat mencoba, ya.



Resep Abon Ikan Asin

Bahan:
- Ikan asin Aroma / Gabus / ikan asin apapun yang berdaging tebal
- Minyak goreng untuk menggoreng

Cara membuat:
- Cuci bersih ikan asin dengan air mengalir. Tiriskan.
- Goreng dalam minyak yang panas hingga setengah matang. Angkat.
- Ulek dengan berbentuk serpihan.
- Goreng kembali hingga matang. Tiriskan minyaknya..
- Simpan dalam wadah kedap udara dalam kulkas.



Salam renyah selalu,

Emak Hesti Wahjoe






 

Read More

Mixed Vegetable with Sarden ala Emak Hesti Wahjoe



 

Selain kornet dan mie instan, sarden juga merupakan bekal favorit dalam perjalanan di alam bebas. Lagi-lagi karena alasan awet dan kemasannya yang terbilang aman anti tumpah bila dibawa di dalam ransel.


Lama tak jalan-jalan di alam bebas, sering mengundang rindu ingin menyantap menu lapangan. Apalagi bila sedang bokek. Hiks.


So, berikut menu lapangan Mixed Vegetable with Sarden ala Emak Hesti Wahjoe.


Bahan :

- 4 buah kentang ukuran sedang, cuci, kupas, potong memanjang, rebus setengah matang, dan goreng hingga matang.

- 2 buah wortel ukuran sedang, cuci, kupas, potong memanjang, rebus sebentar saja.

- 2 ons buncis, cuci, buang seratnya, potong memanjang, rebus sebentar saja.

- 2 buah tomat merah ukuran kecil, cuci dan potong-potong.

- 1 kaleng sarden rasa tomat. Emak pilih yang judulnya tiga huruf alfabet itu.

- 2 siung bawang putih, kupas, cuci, dan iris tipis.

- saus tomat secukupnya.

- gula dan garam secukupnya.


Cara membuat:

-  Susun sayuran yang telah matang dalam pinggan saji.

- Tuang isi kaleng sarden ke dalam pan, tambahkan air secukupnya. Maap, Emak lupa mengukurnya.Yang pasti bukan seember airnya.

- Tambahkan saos tomat. Masak hingga mulai mengental.

- Masukkan potongan tomat.

- Dan memang kelupaan, masukkan irisan bawang putih.

- Masak hingga sausnya mengental. Sebelum diangkat, cek rasa dulu.

- Angkat dan siramkan di atas sayuran yang telah disusun dalam pinggan saji.


Karena anak-anak belum menyukai cita rasa pedas, maka Emak tak menambahkan cabai. Hanya sedikit saos sambel saja. Eh! Psssttt, jangan cerita ke anak-anak, ya?


Itadakimasu.



Salam menu lapangan lah,

Emak Hesti Wahjoe.

Read More

Cara Menangkap Ular





"Jangan lupa, ya. Besok datang lagi," ujar akang senior ketika gadis berambut ikal itu melintas.

Euleuh. Kok tau ...? Lara langsung stop motion dan memandang senior. Perlahan tangannya terangkat, menutupi keningnya. Jangan-jangan di keningku tertulis 'niat ingsun besok mau mabal', batin Lara.

"Besok materinya keren banget, lho. Akang juga mau datang, mau lihat," lanjut senior cuek.

Asikan boboan di rumah atuuuh. Da aku mah capek, pengen bobo seharian, batin Lara lagi.

Jadwal kuliah pleus tugas, dan kelas materi kepecintaalaman yang Lara ikuti memang sudah cukup menguras energi Lara seminggu ini.

"Apalagi yang mengisi materi juga cowok-cowok institut belakang kampus. Cowoknya cakep-cakep, lho. Kamu suka cowok cakep, bukan?"

Dengan kecepatan kilat, Lara menganggukkan kepala dengan semangat sambil tersenyum lebar.

"Jadi besok dateng, yaa. Jangan terlambat," ujar senior riang. Girang kayaknya, sudah berhasil membuat Lara mengiyakan.

Keesokan harinya, Lara datang tepat waktu. Rambut ikal yang jarang disisir, disisir rapi dan diikat. Baju flanel disetrika dulu, biar licin. Tak lupa bedak parfum ditaburkan di badan agar lebih segar. Cowok cakep bermasa depan cerah, I'm ready

Senyum manis Lara memudar ketika mengetahui materi yang dibawakan para cowok mapala institut belakang kampus itu. Aarrrggghh, harusnya emang nggak boleh tergoda kata 'cowok cakep'. Gue nyeseeeelll, Lara bersungut-sungut penuh sesal ketika para cowok (yang mendadak hilang) kece(nya) begitu bersemangat menjelaskan tentang reptil berjenis ular.

Dan sudah hilang malu-malu kucingnya begitu mereka mengeluarkan beberapa ular untuk mempraktekan cara menangkap ular.

Aaarrgghh, enough! Mau cowok kece kek, tajir kek, bermasa depan cerah kek, kalo mainannya ular, gue nyerah! Gue nggak hobi oray! jerit hati Lara.

Alhasil hari itu menjadi hari ter-bete dalam hidup gadis manis berkacamata itu. Dan tetap jojoba, tentu saja. Jomblo-jomblo bahagia. Hidup jojoba!
Read More

Sandwich Ala Longjohn



Sejak merasakan ikut Diklatsar Kepecintaalaman di djaman masih gadis, Emak mulai akrab dengan menu mie, sarden dan kornet. Selain karena awet, kemasannya yang praktis, aman untuk dimasukkan dalam ransel.

Aslinya sih, Emak lebih suka masakan yang bahannya bukan pakai kalengan atau instan begitu. Jadi, kalau memasak memakai bahan makanan tadi, Emak mengapresiasikannya dengan menyebutnya menu lapangan.

Ada beberapa lembar roti, sedikit kornet di dalam kaleng kornet, sebutir telur dan daun bawang, serta tiga perut yang sedang lapar. Biasa, lupa nyangu. Hiks.

Okeh, Emak mau bikin menu lapangan sandwich saja.

Sambil menunggu nasi tanak, emak memanggang roti di atas teflon agar garing dan agak kecoklatan warnanya.

Lalu, mengocok campuran telur, sedikit air, kornet, dan irisan daun bawang. Tak lupa tambahkan garam, merica, dan sedikit kecap ikan.

Emak membuat dadar tipis di teflon persegi. Selagi adonan telur masih basah, Emak masukkan roti panggang tadi di atasnya. Yaa berasa roti longjhon itu laah. Heuheu.

Angkat sebelum terlalu kering. Etapi, sesuai selera, deng.

Taruh di atas piring. Oleskan campuran saus tomat dan mayo di atasnya.

Lakukan hingga roti dan adonan telur habis. Setiap angkat roti, tumpuk ke atas dan jangan lupa untuk mengolesnya dengan campuran saus tomat dan mayo, ya?


Potong roti bentuk segitiga, sajikan berjejer, beri saos sambal di tepian piring saji. Biar apa? Biar ditanya saja.


Itadakimaaasu.


Resep Sandwich Ala Longjohn

Bahan
- Lembaran roti tawar
- Kornet
- Telur
- Garam
- Lada
- Air
- Kecap ikan
- Daun bawang


Cara membuat:
- Panggang lembaran roti di atas teflon, Angkat.
- Kocok lepas telur, sedikit air, sejumput garam dan lada.
- Masukkan kornet dan irisan bawang daun ke dalam kocokan telur.
- Buatlah dadar telur tipis-tipis. Selagi masih basah, masukkan lembaran roti tawar.
- Setelah telur matang, angkat.
- Lakukan hingga adonan telur dan roti habis.
- Potong sandwich berbentuk segitiga dan sajikan dengan saus tomat dan saus mayo. Tambahkan saus sambal jika menyukai cita rasa pedas.




Bertumpuk salam setumpuk sandwich,

Emak Hesti Wahjoe
Read More